
GOWA – Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) sukses menggelar kuliah tamu internasional (Virtual International Sharing / Virtual Conference & Workshop) pada Rabu (02/09/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lecture Theater 2, Center of Scientific Activities (CSA) Kampus FT Unhas Gowa ini dihadiri oleh sekitar 140 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Kemitraan, dan Alumni FT Unhas, Prof. Ir. Muhammad Bachtiar Nappu, S.T., M.T., M.Phil., Ph.D. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM), Prof. Ir. Ts. Dr. Mohd Fadhil Bin Md Din, yang merupakan pakar dari UTM Campus Sustainability sekaligus Fellow di IPASA (Institute of Environmental and Water Resource Management). Dipandu oleh Marsha Anandhita selaku moderator, diskusi ini mengusung topik bertajuk “AI & HI in Enhancing Sustainable-D Indicator”.
Menyelaraskan Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Manusia
Dalam pemaparannya, Prof. Fadhil membedah perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) yang mulai merambah berbagai sektor dan berpotensi menjadi kompetitor manusia di dunia kerja. Kendati demikian, beliau menekankan bahwa AI memiliki keterbatasan mendasar karena tidak dibekali kecerdasan manusia (Human Intelligence / HI) secara utuh, seperti Intellectual Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ).
“Fokus utamanya bukan sekadar bagaimana AI menggantikan pekerjaan manusia, melainkan bagaimana AI dan kecerdasan manusia (human intelligence) dapat diselaraskan untuk saling melengkapi dalam mendukung indikator pembangunan berkelanjutan,” ungkap Prof. Fadhil di hadapan para peserta.
Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan dan Membuka Peluang Kontribusi
Selain membahas integrasi teknologi, Prof. Fadhil juga mengajak para mahasiswa Teknik Lingkungan untuk memandang isu lingkungan dengan perspektif yang lebih luas. Beliau menyentuh realitas bahwa fenomena perubahan iklim dan bencana lingkungan, seperti banjir, sebenarnya sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun kerap kali baru direspon setelah dampak buruknya terjadi. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari aksi nyata sekecil apa pun dalam aktivitas harian, tanpa menunggu terjadinya krisis.
Lebih lanjut, beliau membakar semangat para mahasiswa dengan menekankan bahwa kontribusi lulusan Teknik Lingkungan tidak sebatas bekerja di industri konvensional.
“Peluang kontribusi mahasiswa Teknik Lingkungan sangat luas. Kalian bisa membangun firma konsultan lingkungan sendiri, menjadi pengumpul dan pengelola data lingkungan, hingga menggerakkan partisipasi masyarakat melalui pendekatan citizen science,” tambahnya.
Harapan untuk Kolaborasi Akademik Berkelanjutan
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Departemen Teknik Lingkungan Unhas berharap dapat memperluas wawasan global para mahasiswa, memicu kepedulian lingkungan yang lebih proaktif, serta memperkuat kolaborasi akademis internasional menuju ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan.